Kerjanya
  • Home
  • Kesehatan
  • Resep
  • Aplikasi
  • Hukum
  • Unduh
Kerjanya » Kesehatan » Pencernaan » Sirosis Hati

Sirosis Hati

Penulis : Felix Chikita Fredy Tanggal : 2014-03-03
Daftar isi
  • Sirosis hati adalah
  • Penyebab
  • Gejala
  • Pengobatan

(c) Sebastian Kaulitzki Fotolia.comSIROSIS HATI ADALAH

Sirosis hati adalah kondisi akhir dari peradangan usus yang menahun yang ditandai dengan perubahan struktur dan penurunan fungsi hati. Dalam dunia kesehatan, sirosis dibagi menjadi sirosis kompensata dan dekompensata. Pada sirosis kompensata, penderita belum merasakan adanya gejala apapun meskipun hatinya telah mengalami kerusakan. Sedangkan stadium sirosis dekompensata terjadi saat penderita telah mengalami gejala.

PENYEBAB

Segala hal yang menyebabkan peradangan pada hati dan disertai dengan pengobatan yang kurang memadai dapat berakhir menjadi sirosis. Keadaan dan penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan sirosis adalah:

  1. Penyakit infeksi;
  2. Infeksi virus hepatitis B, C (‘sakit hati’, ‘sakit kuning’, ‘sakit liver’);
  3. Infeksi virus sitomegalovirus;
  4. Infeksi parasit toxoplasma;
  5. Infeksi beberapa jenis cacing yang dapat hidup di hati;
  6. Penyakit keturunan;
  7. Defisiensi enzim antitripsin;
  8. Penyakit simpanan gula (glikogen);
  9. Intoleransi gula (fluktosa);
  10. Sumbatan saluran empedu;
  11. Alkohol;
  12. Arsenik;
  13. Obat dan zat-zat.

 

Di negara barat, penyebab sirosis tersering adalah konsumsi alkohol berlebihan, sedangkan di Indonesia penyebab utama sirosis adalah infeksi hepatitis B dan C. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan hepatitis B dapat menyebabkan sirosis sebesar 40-50% dan hepatitis C sebesar 30-40%.

GEJALA

Pada tahap awal, sirosis hati tidak menimbulkan gejala apapun, namun pada perkembangannya sirosis dapat menimbulkan gejala berikut:

  1. Lelah, lemas;
  2. Selera makan turun;
  3. Perut terasa kembung, mual;
  4. Berat badan turun;
  5. Pada laki-laki dapat timbul impotensi (kesulitan ereksi), buah zakar mengecil, dan penurunan dorongan seksual;
  6. Demam yang tidak terlalu tinggi;
  7. Kulit tampak lebih kuning;
  8. Buang air kecil berwarna teh pekat;
  9. Perut membuncit terisi cairan;
  10. Pada keadaan yang sudah lanjut dapat terjadi penurunan kesadaran hingga koma.

 

Gejala-gejala tersebut muncul akibat gangguan fungsi hati. Karena penyebab sirosis terbanyak di Indonesia adalah hepatitis, maka pada seorang yang diduga sirosis perlu digali informasi apakah sebelumnya ia pernah mengalami sakit hepatitis.

PENGOBATAN

Karena sirosis adalah kondisi akhir dari perjalanan peradangan kronis di hati, maka pengobatan yang paling tepat adalah ‘mengganti’ hati tersebut, atau dikenal dengan istilah transplantasi hati. Namun saat ini, belum banyak pusat kesehatan yang mampu melaksanakan transplantasi hati.

Pengobatan yang banyak dilakukan saat ini hanya untuk mengurangi gejala dan komplikasi. Yang paling penting sebenarnya adalah mencegah terjadinya sirosis. Caranya adalah penderita hepatitis harus menjalani pengobatan hingga tuntas. Pastikan bahwa tidak ada proses peradangan lagi di dalam hatinya.

BACA JUGA

  • Hepatomegali
  • Diuretik
  • Hepatitis c
  • Hipoksia

tweet

Iklan

Populer

  • Unduh game anak

    Unduh game anak

    21/09/2017
  • Https://www.kerjanya.net/faq/8955-tegretol-cr-200-mg.html

    Https://www.kerjanya.net/faq/8955-tegretol-cr-200-mg.html

    03/06/2017
  • Apisate efek samping

    Apisate efek samping

    30/05/2017
  • Resep stik royco

    Resep stik royco

    06/03/2015
  • twitter
  • facebook
© Copyright 2012-2023, All Rights Reserved. | Kerjanya.net